Kakak Kandungku Sangat Tergoda Akan Penis Besarku

0
361

Cerita MesumViki namaku. Umurku 21 tahun dan masih kuliah. Aku anak kedua setelah kakakku. Kami hanya dua bersaudara. Kakakku berumur 23 tahun dan baru wisuda. Aku memanggilnya Mbak Lian.

Kakakku memang cantik, tubuhnya putih mulus, dadanya gede dan pantatnya yang montok. Tingginya 171 cm dan berat 54 kg. Sangat seksi sekali, sehingga banyak cowok yang naksir termasuk aku sendiri. Aku punya kebiasaan onani setiap hari, bahkan bisa lebih lima kali sehari. Dan sering hayalanku tertuju pada Mbak Lian.

Aku sering purapura ke kamarnya dengan maksud mengintipnya.Ohh Mba Lian Suatu siang, aku melihatnya sedang berbaring di ruang tamu dengan hanya memakai rok pendek dan baju ketat. Kuperhatikan ternyata dia tidur. Mataku tertuju pada pahanya yang mulus.

Nafsuku langsung naik, sambil menelan ludah aku berjongkok mendekatinya dan meraba paha mulusnya. Kuangkat roknya keatas dan kulihat CDnya yang menutupi seonggok daging tebal. Nafsuku makin menjadi jadi.

Kuturunkan CDnya pelanpelan sampai paha, kuraba vaginanya yang tebal ku remas dengan pelan karena takut Mbak Lian bangun. Nafas ku makin cepat menahan nafsu yang semakin naik. Vagina Mbak Lian terasa hangat dan lembab.

Aku terus menggosokan jari ku pada belahan vagina Mbak Lian yang makin agak lembab. Namun dengan semua yang kulakukan pada vanigina Mbak Lian, Mbak Lian masih tetap saja tidur terpejam. Aku penasaran dan akhirnya aku mulai berani menjilatinya. Anehnya Mbak Lian tetap tertidur.

Kujilati vaginanya sampai basah dan kugesekkan penisku diantara paha mulusnya, akh nikmatnya saat kepala penis ku bersentuhan dengan paha mulus Mbak Lian, geli. Sampai menyemburkan sperma yang mengenai CDnya. Lalu kubersihkan dan kupasangkan lagi CD nya pelan pelan.

Dikamar aku terus terbayang, karena ini pengalaman pertamaku dan akan kulakukan lagi. Malamnya pukul 1 dini hari, aku masuk kekamar Mbak Lian dan ingin mengulangi pengalaman siang tadi. Kulihat dia tidur menggunakan kimono. Kudekati dan kubuka pelanpelan tali kimononya.

Wow.. Ternyata Mbak Lian bugil tanpa benang sehelai pun, hanya terbalut kimono. Kubuka kimononya dan terlihat payudaranya yang gede (kirakira 36B) dan montok. Kuremas dan kujilati putingnya yang merah. Kudengar Mbak Lian mendesah tetapi matanya tetap terpejam. Kulanjutkan aktifitasku kearah vaginanya.

Kujilati daging kecil (klitoris) diatasnya sampai puas dan kurasakan kepalaku dijepit serta lidahku merasakan cairan hangat. Kuhentikan jilatanku, sambil kuperhatikan paha Mbak Lian yang merapat seperti sedang menahan pipis. Kuperhatikan matanya yang terpejam tetapi nafasnya cepat.

Kubuka lebar selangkanganya dan kugesekkan penisku dibibir vaginanya. Kuselesaikan dengan semburan sperma diatas perutnya. Sebenarnya aku pengen merasakan gesekan dan cengkeraman otot vaginanya, tetapi aku takut dia bangun. Lagi pula dia kakak kandungku sendiri. Kubersihkan bekas spermaku dan kupakaikan lagi kimononya, lalu aku pergi tidur.

Besoknya aku tidak mencobanya lagi karena aku takut ketauan. Jadi aku cuma onani sambil berkhayal. Sampai suatu malam, hujan turun sangat lebat sekali. Aku tidak ada kegiatan, jadi aku berencana nonton bf dikamarku. Lagi asikasiknya nonton, tibatiba pintu kamarku diketuk.

Aku langsung mematikan TV dan membuka pintu. Tapi tidak ada orang, melainkan secarik kertas. Kuambil dan kututup pintu kamarku. Disitu tertulis, I KNOW WHAT U DID LAST MONTH, so DO IT AGAIN. Aku terkejut membacanya, mungkinkah Mbak Lian tahu? pikirku.

Tapi kenapa dia menyuruh untuk melakukan lagi. Ah.. Sudahlah yang penting Mbak Lian nggak marah dan dia suka. Dengan semangat campur nafsu (habis nonton BF) aku ke kamar Mbak Lian.

Kulihat matanya terpejam dan tubuhnya tertutup selimut. Kudekati dan kutarik selimutnya. Ternyata Mbak Lian nggak pake baju (bugil). Kujilat pentilnya yang merah, tibatiba dia bangun dan memelukku. Aku terkejut dan langsung berdiri.

Kenapa, takut, katanya.
Kemarin kok berani, ayo.. Kemari nikmati tubuh Mbak katanya lagi.
Bener nih ujarku. Aku langsung membuka bajuku dan langsung menerkamnya dan melumat bibirnya. Kuremas remas payudaranya dan kuisap pentilnya.
sstt.. Terus.. Vikiii.. Ssst.. desahnya.

Lima menit kujamah payudaranya dan aku mulai menuju vagina Mbak Lian. Aku menelusuri tubuh Mbak Lian, kulitnya yg putih mulus dan kencang aku belai mulai payusara nya, terus ke perut nya yang rata, pusar nya. Aku cium pusarnya dan terus ke bawah munuju selangkangan Mbak Lian.

Harum aku cium tubuh Mbak Lian. Sementara tangan Mbak Lianmulai membalai penis ku yanmg sudah tegang dari tadi, akh nikmatnya. Jari tangan Mbak Lianyang lentik dan lembut menggenggam penisku yang berdenyut.

Tanganku mulai meremas vagina Mbak Lian yang makin basah. Dengan bulu vagina yang tidak terlalu lebat tapi tercukur rapih, aku bisa melihat belahan vagina Mbak Lian yang indah. Aku remas lembut dan aku belai vagina Mbak Lian.

Oohh.. Vikii.. Akh.. desah Mbak Lian.

Aku dekatkan lagi muka ku dengan selangkangan Mbak Lian untuk ketuga kalinya, namun kali ini aku tak takut dan waswas seperti sebelumnya. Makin dekat vagina Mbak Lian dengan wajah ku hingga aroma vagina Mbak Lian yang menarangsang makin terasa.

Aku kecup lembut vagina Mbak Lian, dan Mbak Lian langsung mendesah dan mengerang kerika bibir ku bersentuhan dengan permukaan vagina Mbak Lian.

Akh.. Viki.. Nikmat.. Akh.. eerang Mbak Lian lagi.

Aku yang makin bennafsu langsung mencium dengan buas vagina Mbak Lian, Aku jilat dan hisap vagina nya, aku jilati cairan yang membasahi permukaan vagina Mbak Lian, aku terus menjilat vaginanya.

Oh.. Ssstt.. Enak.. Terus.. Ah.. Ah.. erangnya.

Kujilati terus sampai kurasakan vaginanya menyemburkan cairan hangat dan berdenyut. ohh.. terdengar erangan Mbak Lian tanda dia orgasme. Aku merema sremas payudaranya agar nafsunya bangkit lagi. Kujilati sambil tanganku menggosok vaginanya yang basah.

Ayo.. Masukin aja bisiknya.

Seperti yang sering kulihat di film, kubuka lebar selangkangannya dan kutusukkan penisku keliang surganya. Sulit sekali, pelanpelan dan bless amblas penisku terbenam dalam vaginanya.

Akh.. erangku panjang. Sementara tubuh Mbak Lian sedikit tersentak saat penis ku masuk ke dalam liang surganya itu.
Eemmpphh.. Aaakkhh.. erang Mbak Lian sambil menggigit bibirnya tanda Mbak Lian menikmati tusukan pertama penisku ke dalam vagina Mbak Lian.

Rasanya penisku seperti dijepit kuat sekali. Kugoyang maju mundur (Mbak Lian sudah tidak perawan lagi, nggak tahu siapa yang buat). Kulihat Mbak Lian mulai menikmati lagi. Kugoyang makin cepat.

Ohh.. Ohh.. Ngg.. Ayo.. Lagi.. Terus.. Owww.. jeritnya.

Dengan satu tangan menopang tubuhku, sambil menggoyang pantaku naik turun, tanganku meremas payudara Mbak Lian yang lembut kenyal namun kencang. Tak hentinya Mbak Lian mendesah dan mengerang saat sodokan demi sodokan penisku menembus vagina Mbak Lian.

Bunyi kocokan penisku di vagina Mbak Lian menambah suara yang ada di ruangan itu. Mbak Lian memejamkan matanya, tanggannya ia naikan ke atas dan memegangi bantal dan meramasnya. Tanda Mbak Lian sangan menikmati pemainan in dengan aku.

Dengan posisi itu aku dapat melihat tubuh Mbak Lian yang indah ramping, seperti sebuah gitar dengan lekuk yang mulus. Payudaranya bergerak dan bergoyang seirama dengan sodokan penisku di liang ternikmat yang pernah aku rasakan. Aku tak tahan hanya meremas payudara nya, sambil terus menggoyang pantat ku aku cium dan lumat lagi payudara Mbak Lian dan aku gigit kceil putingnya. Cerita Semi

Aw.. Akh.. Vikii.. Ooohh.. erangnya agak keras. Aku cium bibirnya yng merah.
Hingga.., Aku.. Mau.. Keluar.. Mbak.. jeritku.
Tahan.. Samasama.. Di dalam aja.. katanya lagi.

Crott.. Crot.. Croott.. Kusemburkan spermaku didalam rahimnya. Kurasakan penisku berdenyutdenyut.

Akkhh.. erangku panjang.

Kurasakan kenikmatannya sampai ubunubun. Aku terus menggoyang penisku maju mundur dan kaki Mbak Lian mengepit kuat pinggangku. Kurasakan penisku disembur cairan hangat dan kulihat Mbak Lian mengejang menahan kenikmatan orgasmenya.Aaahh.. desahnya puas.

Penisku kubiarkan menancap, menikmati otot vaginanya yang berkontraksi meremasremas penisku. Setelah selesai, aku berbaring disamping Mbak Lian sambil meremasremas payudaranya.

Makasih Mbak, betul betul nikmat, kataku.
Kamu juga nikmat katanya sambil tersenyum.

Aku pun langsung melumat lagi bibir Mbak Lian, kami pun kembali berciuman dengan lembut kali ini layaknya seperti sepasang kekasih.

Malam itu kunikmati lagi tubuh Mbak Lian, kali ini aku yang berbaring terlentang dan Mbak Lian yang memulai nya. Dia mencium bibirku semetara tangan ku meremas kedua payudaranya. Penisku yang tadi agak mengecil mulai bangun lagi dan mengeras. Tangan Mbak Lian kemudian mengocok penis ku.

Eemmpp.. Akh.. erangku merasakan nikmatnya kocakan tangan Mbak Lian yang lentik.

Penisku kembali tetang dan keras seperti tapi setlah di kocokkocok oleh tangan Mbak Lian. Melihat itu Mbak Lian yang jg seprtinya sudah ga tahan langsund menduduki selagkangannku hingga penisku tertindih tubuhnya. Mbak Lian lalu maju sedikit hingga posisinya dia kira pas, dan dengan di bimbing tanggannya, penisku di arahka ke liang senggamanya lagi.

Aku rasakan vagina mbk Lian masih basah, dan saat tepat kepala penisku berada di bibir vaginanya, Mbak Lian mengangkat tubuhnya dan dengan perlahan kembail turun hingga perlahan juga penisku masuk lagi ke dalam vagina Mbak Lian yang hangat, licin dan nikmat itu.

Dan karena sudah licin hingga penisku masuk dengan lancar ke dalam vagina Mbak Lian hingga bless masuk seluruh batang penis ku ke dalam vagian Mbak Lian, aku terpejam dan mendesah saat jepitan daging licin dan hangat itu menggesek ke penis ku.

Mbak Lian yang sudah naik nafsunya langsung bergerak naik turun hingga mengocok penisku. Sebenarnya aku kurang merasa kenikmatan seperti tadi dengan posisi sekarang, namum melihat gerakan dan goyangan Mbak Lian yang bersemangat, menunjukan Mbak Lian sangat menikmati posisi kali ini.

Aakhh.. Akh.. Eemmhh.. desah Mbak Lian.

Aku biarkan Mbak Lian yang menguasai permainan kali ini, dan memang Mbak Lian sangat menyukai posisi di atas ini, terbukti dengan goyangan pinggul Mbak Lian yang makin liar hingga aku yang tadi agak pasif kembali mualai bergerak.

Aku remas kedua payudara Mbak Lian yang bergerak naik turun, kenyal dan lembut. Aku belai pinggangnnya dan aku elus punggung mulus Mbak Lian yang kemudian aku tarik hingga kami berciuman kembali.

Mbak Lian membungkuk tapi pinggulnya terus bergerak liar, naik turun, berputar hingga penisku yag ada dalam vaginanya semakin terasa terjepit, namum sangat nikmat, aku mulai dengan pelan mengocok naik turun namun aku yang pertama kali merasakan gaya tersebut agak kaku yang membuat Mbak Lian tersenyum di antara erangan dan desahan nya.

Aku cium payudaranya, aku remas, aku hisap putingnya dengan gemas dan Mbak Lian pun merasa akan orgasme dengan goyangan pinggul yang makin cepat dang gerakan naik turun pantatnya yang bahenol juga erangan, dan desahannya. Aku yang makin nafsu juga semakin aktif bergerak, tidak hanya pinggul, namun tangan ku meremas payudara Mbak Lian. Hingga..

Akh.. Akh.. Eemmhh.. Vikiii.. Akh.. Mbak.. Mau.. Keluar.. Aakh.. desahnya hingga akhirnya tubuh Mbak Lian bergetar dan aku rasakan cairan hangat lagi di penisku yang masih ada di dalam vagina Mbak Lian.

Aaakh.. desahnya panjang yang kemudian tubuh Mbak Lian terkulai dan rebah di atas tubuhku hingga payudara Mbak Lian menempel di dadaku.

Aku biarkan beberapa saat dan aku juga menikmati remasan dari otot vagina Mbak Lian yang berkontarksi meremnas dan menjepit batang penisku. Dan aku yang tidak mau kehilangan momen itu langsug membalikan dan memutar tubuh kali hingga kembali Mbak Lian di bawah. Sambil aku rasakan pijatan lembut itu aku kocok lagi penisku naik turun hingga tak lama..

Akh.. Mbak.. Vikii.. Mau.. Keluar.. Akh.. desahku dan crott.. crott.. crott..

Spermaku aku semprotkan lagi di dalam rahimnya. Dan aku terkulai di atas tubuh kakakku yang sexy itu. Setelah selesai aku rasakan kenikmatan itu, aku berbaring lagi di sebelahnya dan mencium lagi bibir Mbak Lian yang hangat dan nikmat.

Kamu hebat sayang.. sahut Mbak Lian sambil tersenyum.
Aku kecup lagi bibirnya dan bilana, Mbak.. Ini malam yang gak bakal Viki lupain, Mbak udah ngasih kenikmatan buat Vikii.., kataku.

Dan Mbak Lian pun bilang, Sama Viki, Mbak juga nikmatin banget. Akhirnya kami tidur saranjang karena kelelahan dan masih telanjang sambil berpelukan.

Pagi hari aku bangun meninggalkan Mbak Lian yang masih tidur telanjang dan aku kembali ke kamarku dan tertidur dengan pulas. Semenjak itu, kami sering melakukannya kapan saja dengan gaya berbeda beda. Terkadang kusodok pantatnya yang montok, kusuruh mengisap penisku dan menelan spermanya. Pokoknya aku puas menikmati seks dengan Mbak Lian. Cerita Sex

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here